3 Pondasi belajar bahasa Korea agar tak jadi sia-sia Bumi Korea Tuesday, May 26, 2020 No Comment

3 Pondasi belajar bahasa Korea agar tak jadi sia-sia

Ketika pertama kami membuka kursus bahasa Korea, ada cukup banyak orang yang mendaftar dan ikut belajar bahasa Korea di tempat kami. Antusias dan semangat belajar mereka luar biasa meskipun umur mereka rata-rata di atas 30 tahun bahkan ada yang sudah berumur 37 tahun.

Kemampuan belajar mereka juga sangat bagus, cepat menangkap dan memahami materi, dan aktif di dalam ruang belajar.

Panas terik matahari dan hujan tidak menghalangi mereka untuk berangkat ke tempat belajar bahasa Korea kami bahkan beberapa mereka ada yang dari luar kota, setiap hari harus bolak-balik naik sepeda motor dengan jarak sekali tempuh lebih dari satu jam.

Namun sungguh sangat disayangkan, saat pendaftaran EPS-TOPIK (tes bahasa Korea) sudah dibuka mereka, yang seharusnya semangat belajar mereka semakin ditingkatkan atau menambah porsi belajar dan fokus pada latian soal ujian, justru sebaliknya semangat mereka semua padam, lalu banting setir bekerja atau sibuk cari kerja.

Akhirnya perjuangan keras dengan mengorbankan uang, waktu, tenaga, dan pikiran selama lebih dari satu bulan itu menjadi sia-sia. Memang itu adalah hak mereka untuk memilih seperti itu tapi jika itu yang menjadi pilihannya alangkah lebih baik jika sedari awal tidak usah ikut belajar bahasa Korea agar tidak ada materi, waktu, tenaga, dan pikiran yang terbuang sia-sia.

Mestinya kalau sudah memilih untuk belajar bahasa Korea dan ingin bekerja di Korea maka fokus saja dulu belajar bahasa Korea sampai melewati ujian EPS-TOPIK dan tes skill. Setelah selesai tes EPS-TOPIK dan skill dan hasil tesnya keluar baru dech kita bebas melakukan apa saja.

Kalau hasilnya lulus maka kita perlu mempersiapkan berkas untuk proses sending setelah selesai sending selanjutnya kita menunggu mendapatkan SLC dan preliminary training, nah selama proses menunggu yang lama itu kita boleh melakukan apa saja termasuk bekerja di perusahaan. Kalau sudah
dapat SLC dan panggilan preliminary training biarpun kita lupa dengan bahasa Korea kita tidak jadi masalah karena dari selesai ujian sampai tiba di Korea tidak akan dites bahasa lagi.

Kalau hasilnya tidak lulus kita bisa ikut tes bahasa Korea di tahun berikutnya dan sambil menunggu tes di tahun berikutnya itu kita bisa bekerja tetapi jangan lupa bahasa Korea terus kita pelajari dan tingkatkan. Jangan pernah menyerah pada satu kegagalan.

Memang dalam hal apapun kalau mau sukses jangan tanggung-tanggung harus nyebur sekalian jangan cuma nyeburin sebelah kaki saja. Totalitas tanpa batas adalah kuncinya.


Agar cerita di atas di terjadi lagi kami ingin berbagi tips 3 pondasi belajar bahasa Korea agar tidak sia-sia.

Berikut ini adalah 3 pondasi belajar bahasa Korea


1. Autonomy / otonomi

Otonomi disini maksudnya adalah pilihan atau keputusan sendiri bukan atas perintah orang lain. Artinya kalau kita sudah memilih untuk belajar bahasa Korea atau ingin bekerja di Korea maka kita harus bertanggung jawab terhadap pilihan kita tersebut. 

Kita harus totalitas terhadap apa yang kita pilih, tanpa disuruh belajar kita belajar sendiri, tanpa disuruh berangkat ke tempat kursuspun kita berangkat sendiri karena memang itu adalah pilihan kita sendiri dan kita harus membuktikan kepada diri sendiri dan orang lain bahwa kita  mampu sukses dia atas pilihan sendiri..

Jadi kalau sudah memilih selesaikan apa yang menjadi pilihanmu. "If you can dream it, you can do it",  jika kamu bisa memimpikannya maka kamu bisa melakukannya.

2. Mastery / penguasaan

Mastery disini berarti penguasaan keterampilan, jika kita memilih untuk belajar bahasa Korea berarti kita juga ingin menjadi ahli dibidang bahasa Korea. Oleh karena itu teruslah tingkatkan bahasa Korea kamu sampai kamu  menguasai dan menjadi ahli bahasa Korea.

3. Purpose / tujuan

Tanpa purpose/tujuan yang jelas kita akan kehilangan arah, semangat dan motivasi. Sebaliknya dengan tujuan yang jelas berarti kita tahu arahnya kemana, tujuan bisa menjadi bahan bakar agar kita tetap semangat, dan tujuan juga bisa memotivasi kita.

Dengan tujuan kita jadi memiliki alasan kenapa sih saya harus berlelah-lelah belajar bahasa Korea sementara orang lain santai-santai di rumah, kenapa sih saya harus capek-capek berangkat ke tempat kursus sementara orang lain asyik nongkrong-nongkrong, kenapa sih saya harus bayar mahal belajar bahasa Korea sementara orang lain menggunakan uangnya untuk belanja dan makan yang enak, kenapa sih saya harus menghabiskan waktu untuk menguasai bahasa Korea sementara orang lain menghabiskan waktu untuk main game online!!

Alasa terbesar saya kenapa rela melakukan semua itu adalah karena saya punya tujuan, begitu juga dengan kamu dan kita semua harus punya tujuan yang jelas.

Dulu waktu saya belajar bahasa Korea, tujuan saya adalah ingin bekerja di Korea agar saya punya rumah sendiri, punya usaha, bisa mengunjungi tempat-tempat wisata di Korea, bisa memperdalam bahasa Korea, bisa mempelajari langsung budaya dan kemajuan Korea dan agar wawasan saya lebih luas dan terbuka.

Itulah kenapa saya mau memperjuangan bahasa Korea dan saya bisa tahan banting terhadap berbagai macam rintangan karena saya punya tujuan yang harus saya wujudkan.

Dan alhamdulillah semuanya sudah terwujud

Itulah 3 pondasi bagi yang ingin belajar bahasa Korea, kalau kita sudah memiliki pondasi yang kokoh tersebut, kita tidak akan goyah terhadap berbagai macam godaan dan halangan, dan kita jadi punya alasan kenapa sih saya harus memperjuangkan semua itu.

Semoga bermanfaat.... 안녕~~~
by Bumi Korea

Bumi Korea Media online untuk berbagi pengetahuan seputar korea selatan mulai dari bahasa kebudayaan dan hiburan

Follow her @ Twitter | Facebook | Google Plus

Tags:

No Comment